Postingan

Di Bawah Payung Biru

Langit mendung menggantung kelabu, Gerimis baru saja berlalu, Perhatianku tertuju padamu, Berjalan anggun di bawah payung biru. Langkahmu lirih, penuh kehati-hatian, Payung kau genggam dengan kelembutan, Senyumanmu manis semanis rembulan, Namun, ku hanya mampu diam dalam keraguan. Ingin rasanya aku menyapa, Membisikkan kata di tengah senja, Namun jarak ini terasa membeku, Hingga keberanian tak jua bertemu. Payung birumu perlahan menjauh, Bersama harapan yang tetap utuh, Mungkin esok, saat langit cerah, Aku kan berani menggapai arah.

Dermaga Bakauheni dan Ikatan Suci

Selat Sunda menjadi saksi, Dermaga Bakauheni, tempat penuh arti, Senyumanmu selalu kutunggu, Jarak kini tak lagi menjadi halangan untuk kita. Cintaku deras, seperti samudra yang tak bertepi, Doaku terbang tinggi, menembus angkasa, Memohon kepada Sang Maha Kuasa, Agar kita dipersatukan, menjadi keluarga sejati. Keinginanku hanya satu, Kita bersama, membangun rumah sederhana, Andai saja itu benar adanya, Hati ini akan dipenuhi kebahagiaan tak terkira. Bertemu dengan orang tuamu adalah harapan yang kutunggu, Ikatan suci itu, akan menjadi impian yang nyata, Semoga cinta kita abadi selamanya, Hidup bersama, hingga akhir hayat nanti.